Demam
Telolet
Di suatu pagi hari yang cerah, tinggalah seorang pemuda
bernama Didin di sebuah desa di daerah Kabupaten Magelang. Ia tinggal bersama
kedua orangtua dan seorang adik perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 2
SMP. Adiknya bernama Sri Mulyaningsih, ibunya bernama Janah dan ayahnya bernama
Hadi. Didin terkenal ramah dan supel di desanya. Ia juga memiliki banyak teman
dari segala usia.
“Din .. bantuin ibu beres-beres rumah yuk,” kata Bu Janah .
“Bentar ah bu, Didin mau main dulu sama teman-temanku!”
jawab Didin dengan nada meninggi.
Siang
harinya, Didin tidak terlihat sama sekali keberadaanya di rumah dan juga di
sekitar rumahnya. Orang seisi rumah sangat mengkhawatirkannya termasuk ibunya,
Bu Jannah.
“Sri, Didin ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat
wajahnya? “ tanya Bu Janah.
“Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan
raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca
sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat daripada cari telolet seperti itu.”
jawab Bu Janah.
“Ya nggak tau itu mas didin
bu,” ucap sri.
“Coba nduk kamu cari masmu
di tempat dia biasa main,”ujar Bu Janah .
“Ah tidak mau ibuk aja aku
capek seharian sekolah,” jawab Sri .
“Duh , gusti punya anak gak
ada nurut gimana to ini ?” balas Bu Janah, lalu akhirnya Bu Janah pun lah yang
mencari anak laki-lakinya , Didin.
Suatu ketika ada bis yang melintas
di jalan raya dekat desa Didin tinggal , dan tiba –tiba terdengar suara
teriakan dari segerombal anak-anak .
“OM TELOLET OM !!!!!”
Teriak segerombolan anak –anak
“Nanti kalau ada bis lagi
teriaknya yang lebih kompak ya teman – teman,” ujar Didin
“Oke siap!” balas
teman-teman Didin .
Pada saat anak-anak sedang
berteriak meminta telolet , datanglah seorang wanita tua dengan pakaian rapi
dan berkerudung yang sedang kebingungan mencari anaknya .
“Kok itu seperti Didin ya ?
apa jangan-jangan itu memang Didin ? baiklah aku akan kesana untuk mencari
kebenarannya bahwa itu Didin atau bukan ?” ucap Bu Janah.
Akhirnya Bu Janah pun menghampiri
segerombolan anak-anak yang tengah asik menunggu telolet dari salah satu bis
yang lewat didepan mereka .
“Didin?” sambil menyolek
bahu Didin .
“Hah? Ibu, loh kok ibu bisa
disini ?” jawab Didin dengan raut wajah yang terkejut.
“Kok malah tanya, pulang
kamu sekarang!! seharusnya kamu membantu ibu di rumah bukan berburu telolet gak
ada manfaatnya ini! Pergi tidak pamit orangtua!” ujar Bu Janah sambil menjewer
telinga anaknya.
“ Aduh bu sakit bu, iya
Didin besok akan bantu ibudan juga pamit. Maaf bu,” merengek kesakitan.
“Sekarang gak besok besok pokoknya
sekarang pulang !” celoteh Bu Janah
“I..i..iiyaa Bu ini lagi di
video bu” desak Didin
“Video apa? Video seperti
gitu gak ada gunanya mending kamu buat video tentang sholawat malah lebih baik
kan ?”
“Ah ibu jadinya bukan
berburu telolet malah jadinya berburu Ibu yang sedang memarahi anaknya”
“Apa kamu bilang? Ayo
pulang sekarang mulai besok ibu tidak mengijinkan kamu keluar dari rumah!”
“Ah ibu itu aku laki-laki cuma
keluar rumah aja gak boleh, kayak anak kecil tau tidak?”
“Gak ada basa- basi lagi
ayo pulang atau ibu gak akan memberikanmu uang jajan lagi !!”
“Baiklah bu,” jawab didin
dengan cemberut.
Setelah Didin dan juga
ibunya pergi pulang ke rumah, semua anak yang sejak tadi menahan tawapun tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian
mengejutkan tersebut.